CEO Sony Perkenalkan Komputer Saku

Written on Sunday, January 11, 2009 by @nadiarizqi


LAS VEGAS – Krisis finansial membuat perbankan dan otomotif terpelanting. Tapi, produsen gadget tetap tahan banting. Seolah tidak terpengaruh terpaan badai krisis, sekitar 2.700 vendor teknologi, mulai produsen ponsel, chip, sampai televisi, berlomba memamerkan inovasi terkininya pada perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2009 yang berlangsung mulai kemarin sampai 11 Januari 2009.

Bertempat di kota judi Las Vegas, AS, ribuan gadget baru nan inovatif unjuk gigi menyapa para konsumen. Kemunculan beberapa produk bahkan sudah ditunggu-tunggu karena punya keistimewaan tertentu. Misalnya, Microsoft Windows 7, sistem operasi penerus Vista.

CEO Microsoft Steve Ballmer pada pidato pembukaan pameran kemarin menyebutkan, Windows 7 merupakan produk Windows terbaik yang pernah dibuat. Sistem operasi itu diharapkan banyak pihak akan dikembangkan untuk perangkat selain desktop seperti web dan ponsel.


CES 2009 kali ini juga menjadi kemunculan pertama produk ’’pembunuh’’ iPhone dan Blackberry, yakni Palm Nova. Jon Rubinstein, chairman Product Development Palm, menyatakan bahwa sistem operasi Nova pada ponsel cerdas Palm dirancang sebagai alternatif antara Blackberry OS yang berorientasi bisnis dan iPhone yang menonjolkan hiburan.

CES 2009 juga menampilkan revolusi ukuran komputer yang terus menyusut, namun semakin canggih.

Setelah era komputer meja (desktop), lalu komputer jinjing (notebook), dan terakhir komputer amplop (netbook), Sony menggebrak pasar dengan komputer saku. Sony Vaio seri P atau ’’pocket’’ diklaim pabrikan Jepang itu sebagai netbook pertama yang dirancang ’’fits in a pocket’’ atau ’’pas di saku’’.

Saking rampingnya, Chairman dan CEO Sony Corp Sir Howard Stringer saat awal presentasi kemarin mengeluarkan Sony Vaio P dari saku jasnya seperti mengambil dompet saja.

Sony Vaio P dilengkapi prosesor Intel Atom 1,33 GHz, hard disk 60 gigabyte (atau SSD 128 gigabyte), dan sistem operasi Windows Vista. Memiliki layar 8 inci persegi panjang dengan backlit LED dan resolusi layar 1.600 x 768. Bandingkan dengan netbook standar yang biasanya hanya punya resolusi 1.024 x 600.

Berbagai perusahaan lain berupaya menggaet konsumen dengan memperkenalkan teknologi ramah lingkungan. Perusahaan Fuji misalnya, memperkenalkan baterai ramah lingkungan bernama EnviroMax. Baterai tersebut dibuat dari material daur ulang dan tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri.

Produk pro-lingkungan juga dirilis Motorola. Ponsel MOTO W233 mereka klaim sebagai ponsel berbahan yang bisa diperbarui (renewable) pertama di dunia. Ponsel GSM yang berfungsi sederhana, yakni untuk telepon dan SMS, tersebut dibuat dari campuran plastik dan pecahan botol di tempat sampah.

If you enjoyed this post Subscribe to our feed

2 Comments

  1. Nadia |

    hallo... first comment

     
  2. Khafi |

    blog opo iki....


    apik men..


    sopo se seng mbenakno.... :D

     

Post a Comment